Media Center STAI– Sabtu (28/06/2025) Malam yang hangat di Masjid Kampus STAI Balikpapan menjadi saksi perhelatan debat terbuka pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Dewan Mahasiswa (DEMA) periode 2025/2026. Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WITA ini menghadirkan semangat demokrasi mahasiswa yang hidup, dengan dihadiri oleh Ketua I Bidang Akademik, Bapak Iskandar Yusuf, S.Ag., M.A. Ketua II Bidang Administrasi, Ustadz Sa’dulloh, S.Pd.I., M.S.I., Ketua III Bidang kemahasiswaan, Ibu Hj. fadhilatu Ismah, M.Pd, Kaprodi PGMI, Bapak Muhammad Baihaqi, M.Pd., para dosen, serta seluruh civitas akademika STAI Balikpapan.
Diawali dengan doa dari Ustad Sa’dullah, M.SI, acara berjalan dengan khidmat dan berjalan lancar. Debat ini menjadi momentum penting dalam menyambut pesta demokrasi mahasiswa kampus. Suasana masjid kampus tampak penuh oleh mahasiswa yang antusias menyimak paparan visi, misi, dan program kerja dari masing-masing paslon. Tidak hanya menjadi ajang adu argumen, debat ini juga menjadi wadah refleksi bersama terhadap arah organisasi kemahasiswaan ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua I Bidang Akademik, Bapak Iskandar Yusuf, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan debat yang berjalan tertib dan edukatif. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa STAI Balikpapan memiliki semangat berdemokrasi yang sehat. Ini bukan sekadar memilih, tetapi bagaimana proses ini menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab,” ujarnya.
Debat berlangsung dalam tiga sesi utama: pemaparan visi dan misi, tanya jawab antar paslon, serta pertanyaan dari panelis dosen. Isu-isu strategis seperti revitalisasi fungsi DEMA, pengembangan minat dan bakat mahasiswa, peningkatan kolaborasi antarlembaga kampus, hingga transparansi anggaran menjadi bahan diskusi yang kritis dan membangun.
Hj. Fadilatul Isma. M.Pd., selaku Ketua III Bidang Kemahasiswaan, turut memberikan tanggapan positif terhadap kualitas debat. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya pemimpin mahasiswa yang mampu menjembatani aspirasi serta mewujudkan perubahan konkret. “Pemimpin bukan hanya yang vokal, tetapi yang mampu mengelola organisasi dengan integritas dan pelayanan,” ucapnya.
Sementara itu, Kaprodi PGMI, Bapak Muhammad Baihaqi, M.Pd., berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi pembuka jalan bagi sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa dan pihak institusi. Ia juga mengapresiasi keberanian para paslon dalam menyampaikan gagasan yang orisinal dan aplikatif.
Dengan terselenggaranya debat ini, mahasiswa STAI Balikpapan kini memiliki bekal yang lebih matang dalam menentukan pilihan mereka. Pemilihan umum DEMA dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Harapan besar disematkan agar proses demokrasi ini melahirkan pemimpin mahasiswa yang visioner, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.//dul

