
Balikpapan, 28 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balikpapan mengadakan kegiatan dialog terbuka antara mahasiswa dan dosen pada Rabu (28/10/2026). Mengangkat tema “Refleksi Gagasan dan Aksi Nyata untuk Generasi Pemuda Indonesia”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, mengutarakan pertanyaan, serta bertukar pikiran secara langsung dengan jajaran pimpinan dan dosen kampus.

Dialog terbuka tersebut dihadiri oleh Ketua STAI Balikpapan, Arief Rohman Arofah, S.Sos., M.A., Hum., Pembantu Ketua I, II, dan III, seluruh ketua program studi (kaprodi), serta sejumlah dosen STAI Balikpapan. Kehadiran para pimpinan dan tenaga pengajar ini menjadi bentuk keterbukaan kampus dalam memberikan ruang komunikasi kepada mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Balikpapan, Arief Rohman Arofah, menyampaikan bahwa dialog terbuka ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di lingkungan STAI Balikpapan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa dan dosen sekaligus menciptakan komunikasi yang lebih baik di lingkungan kampus. Melalui forum ini, mahasiswa dapat menyampaikan berbagai pertanyaan dan memperoleh tanggapan secara langsung dari pihak dosen.
Memasuki agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari setiap semester. Masing-masing semester mengutus dua orang perwakilan dengan waktu dua menit bagi setiap penanya untuk menyampaikan pertanyaan. Sesi dimulai dari mahasiswa semester 3, kemudian dilanjutkan oleh semester 7, semester 1, semester 5, dan terakhir perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).
Selama berlangsungnya diskusi, para mahasiswa secara bergantian menyampaikan pertanyaan dan hal-hal yang ingin mereka ketahui. Setiap pertanyaan mendapatkan tanggapan dari dosen melalui jawaban maupun penjelasan secara langsung. Suasana dialog berlangsung tertib dan kondusif sehingga proses komunikasi antara mahasiswa dan dosen dapat berjalan dengan baik.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu upaya STAI Balikpapan dalam membangun budaya komunikasi yang terbuka di lingkungan akademik. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi, dialog tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keberanian dalam mengemukakan pendapat, meningkatkan pola pikir kritis, serta berperan aktif dalam menyampaikan gagasan.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai penutup sekaligus dokumentasi kegiatan.
Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, STAI Balikpapan berharap dialog terbuka dapat menjadi awal dari terbentuknya forum komunikasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan dosen. Dengan adanya ruang diskusi seperti ini, aspirasi mahasiswa diharapkan dapat tersampaikan dengan baik serta mampu mempererat hubungan kekeluargaan dan membangun lingkungan kampus yang lebih terbuka, komunikatif, dan partisipatif./dl
