
Balikpapan, 23 Oktober 2026 – Komitmen dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi terus ditunjukkan STAI Balikpapan melalui keterlibatannya dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat Selatan Provinsi Kalimantan Timur periode 2026–2031. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ballroom Cheng Hoo, Universitas Mulia, pada Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan ini, STAI Balikpapan diwakili oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik, Dr. Iskandar Yusuf, S.Ag., M.A. Selain hadir sebagai perwakilan institusi, beliau juga menjadi bagian dari jajaran pengurus APTISI Komisariat Selatan untuk periode kepengurusan yang baru.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi STAI Balikpapan dalam membangun hubungan kerja sama ant perguruan tinggi swasta (PTS), khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.
Pada periode kepengurusan 2026–2031, APTISI Komisariat Selatan membawa sejumlah target strategis untuk meningkatkan kualitas PTS. Di antaranya adalah mendorong setiap perguruan tinggi agar memiliki setidaknya satu program studi dengan akreditasi unggul serta meningkatkan persentase dosen bergelar doktor hingga minimal 20 persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Dalam pengukuhan tersebut, Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., resmi dipercaya memimpin APTISI Komisariat Selatan sebagai ketua. Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M., yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.
Agung menyampaikan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan keterlibatan seluruh perguruan tinggi, terutama dalam meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat kualifikasi akademik, serta mengembangkan berbagai program kerja sama.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Siapkan Tiga Program Strategis Pengembangan Akademik
Sebagai langkah awal untuk mewujudkan target peningkatan mutu pendidikan tinggi, APTISI Komisariat Selatan mengusulkan tiga program prioritas yang akan menjadi pembahasan dalam agenda kerja organisasi.
Ketiga program tersebut mencakup pembentukan konsorsium peningkatan jabatan fungsional dosen, pengembangan jurnal ilmiah bersama yang terakreditasi, serta pelaksanaan program pertukaran dosen tamu antarkampus.
Rancangan program tersebut dijadwalkan untuk dibahas lebih lanjut melalui rapat kerja pada November 2026. Oleh karena itu, ketiga usulan tersebut masih memerlukan pembahasan dan kajian bersama sebelum ditetapkan sebagai program kerja kepengurusan.
Tidak hanya itu, penguatan kerja sama juga direncanakan melalui kegiatan dosen sharing, penelitian kolaboratif, serta pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melibatkan beberapa perguruan tinggi swasta.
Dalam bidang penelitian, direncanakan satu kegiatan penelitian dapat dikerjakan bersama oleh tiga hingga empat perguruan tinggi dengan publikasi ilmiah sebagai salah satu hasil yang diharapkan. Pola kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas penelitian sekaligus memperluas ruang pertukaran ilmu dan pengalaman antardosen.
Bagi STAI Balikpapan, berbagai peluang kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dan mendukung pengembangan institusi. Kerja sama antarkampus diharapkan dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kompetensi dosen, penguatan penelitian, serta pengembangan kualitas pembelajaran.
APTISI Rencanakan Pusat Penelitian Bersama untuk IKN
Selain berfokus pada pengembangan akademik, APTISI Komisariat Selatan juga memiliki perhatian terhadap kebutuhan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah pembentukan Pusat Penelitian Bersama APTISI untuk IKN.
Melalui inisiatif tersebut, perguruan tinggi swasta diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menghasilkan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah dan pengembangan sumber daya manusia.

Agung menjelaskan bahwa pembangunan IKN membutuhkan dukungan tenaga kerja yang memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan praktis. Oleh sebab itu, lulusan perguruan tinggi perlu dipersiapkan agar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Beberapa sektor yang diperkirakan membutuhkan tenaga profesional dan terampil di antaranya konstruksi, energi hijau, teknologi informasi, perhotelan, dan kesehatan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan pengembangan pendidikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Melalui penelitian bersama dan kolaborasi pembelajaran, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Bagi perguruan tinggi di Kalimantan Timur, termasuk STAI Balikpapan, perkembangan IKN menjadi salah satu momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kontribusi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Bangun Kepercayaan dan Daya Saing PTS di Kalimantan Timur
Kepengurusan APTISI Komisariat Selatan periode 2026–2031 diharapkan menjadi wadah untuk mempererat hubungan ant perguruan tinggi sekaligus mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi swasta di wilayah Kalimantan Timur bagian selatan.
Peningkatan kualitas tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian akreditasi, tetapi juga mencakup kualitas lulusan, kompetensi tenaga pendidik, produktivitas penelitian, serta kemampuan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja.
Agung berharap perguruan tinggi swasta di wilayah Kalimantan Timur bagian selatan dapat semakin dipercaya masyarakat dan menjadi pilihan utama dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kerja sama, serta kemampuan menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu terserap di dunia kerja.
Dengan demikian, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari perkembangan institusinya, tetapi juga dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Keikutsertaan Dr. Iskandar Yusuf, S.Ag., M.A. dalam jajaran pengurus APTISI Komisariat Selatan menjadi bagian dari peran aktif STAI Balikpapan dalam membangun sinergi di lingkungan pendidikan tinggi swasta.
Melalui keterlibatan tersebut, STAI Balikpapan diharapkan dapat terus memperluas jaringan kerja sama, mengambil bagian dalam berbagai program pengembangan akademik, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan Timur. Sinergi antarkampus ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menyongsong perkembangan daerah dan pembangunan Ibu Kota Nusantara. /dl
